Habis marah barulah mama menyesal. Itulah yang terjadi padaku akhir-akhir ini. Terutama pada si Kakak, anak sulungku. Entah aku yang terlalu berekspektasi tinggi terhdap anakku, atau anakku yang memang lambat dalam melakukan setiap pekerjaannya. Apapun itu, semoga anakku tumbuh dengan mental yang sehat.
Aku berusaha untuk nggak bentak-bentak, tapi ada aja gebrakan tingkahnya yang buat hati ini memuncak emosi. Tarik nafas, hembuskaaan. Aku paham betul anak merupakan ujian bagi orang tuanya
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar (QS. At-Taghabun: 15).
Mungkin ini pula yang dimaksud anak sebagai amanah atau titipan yang diharus dijaga dengan sebaik-baiknya. Dipenuhi hak-haknya, disayang, dirawat, dididik agar memiliki masa depan yang cerah dan membahagiakan orang tuanya. Ingatlah Allah memiliki balasan yang besar bagi mereka yang menjaga amanat ini. Maka janganlah sia-siakan jiwa dan raga anak, jangan bunuh mereka karena takut miskin. Demikian yang diamanatkan dalam Al-Qur’an. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar (QS Al-Isra’: 31).
Sumber: https://lampung.nu.or.id/syiar/empat-posisi-anak-bagi-orang-tua-dalam-al-qur-an-pDoKj
0 Response to "Anak Ujian Orang Tua"
Posting Komentar